PR dari Ito Manik & Lasme

10 Habits and Facts about Me..

1. Paling suka main piano walaupun just a little little.. :)
2. Sebelum tidur, dengar musik dulu non stop sampe pagi..penyanyinya nyanyi2 terus sampe pagi….hehhee
3. Suka menilai orang tapi bukan yg negatif loh… untuk pengenalan karakter doang
4. Family is number one for me
5. Suka nonton film korea apalagi tentang romantika cinta dan kehidupan sehari-hari (kl yg ini, belum ada yg ngalahin nonton film korea 3 hari 2 malam non stop, gak mandi n hny makan cemilan)
6. kl lagi ada masalah, suka diam & merenung…. jadinya bawaannya melow deh… trus dengar2 instrumen biar tenang.. tapi setelah itu, gak mau larut2 dalam masalah lagi.. the show must go on
7. Suka bngt makan coklat & durian
8. Mudah terharu & nangis apalagi kl liat orang nangis.. padahal gak kenal pun dgn orangnya. kl kata orang dekatku, aq punya rasa empati yg tinggi….
9. Selalu memberi kesempatan bagi orang yg benar2 pengen berubah jadi lebih baik.. dgn kata lain, setiap manusia pernah salah dan setiap manusia juga pasti punya keinginan berubah, tinggal bagaimana kita mendukung org tersebut untuk berubah…
10. Polos, jujur, tulus & gak suka bohong…..
11. kl ada yg mau nambahin selain diatas, silahkan.. mungkin ada yg belum kuketahui tentang diriku sendiri… :)

Leadership Principles Dalihan Na Tolu

Dikutip dari blog orang batak yg tetap cinta budaya batak.. Salute for him..

Profile : http://elisa.lumbantoruan.net/?page_id=2 ;

Dalihan Na Tolu tidak saja baik dalam sistem kekerabatan Batak tetapi juga sangat baik diterapkan dalam sistem leadership moderen. Seorang pimpinan yang dapat menerapkan Dalihan Na Tolu dalam kerangka sistem kepemimpinannya akan menjadi pemimpin yang sangat berhasil dan juga sustainable. Dalam konsep kepemimpinan moderen kita mengenal suatu konsep yang disebut dengan 360 Degree Leadership. Dimana seorang pemimpin yang handal, harus dapat mengelola hubungan yang harmonis dengan atasan (pemilik saham/komisaris), teman sejawat (peers), dan bawahan. Hanya saja, hubungan seperti apa yang seharusnya dikembangkan?. Dalam hal inilah, hubungan Dalihan Na Tolu, menjadi sangat efektif dalam memformulasikan 360 Degree Leadership, juga bagaimana kita menempatkan siapa yang menjadi hulahula, boru dan dongan sabutuha. Barangkali dengan padanan Komisaris/pemegang saham adalah hulahula, teman sejawat/peers adalah dongan sabutuha, dan bawahan adalah boru. Dan seorang pemimpin tidak harus seorang pemimpin formal karena struktur. Dengan demikian akan terjadi hubungan yang harmonis diantara pihak-pihak yang terlibat dalam 360 Degree leadership (baca: The 360 Degree Leader : Developing Your Influence from Anywhere in the Organization, John C. Maxwell). Sistem nilai yang ada di Dalihan Na Tolu juga bisa kita terapkan dalam mengembangkan hubungan yang harmonis dengan Customer, Supplier dan Mitra Kerja (Alliances), dimana Customer adalah hulahula, Supplier adalah boru dan Alliances adalah dongan sabutuha dalam kekerabatan Dalihan Na Tolu, dengan melakukan segala konsekuensi dari semua hubungan kekerabatan dalam Dalihan Na Tolu. Jadi, sebenarnya, budaya kita (juga dari suku lainnya, seperti Jawa, Sunda, dll), mengajarkan sistem nilai yang sangat baik dan relevan dengan konsep manajemen dan leadership modern. Lalu….., kenapa kalau sistem nilai ini dibalut dengan warna-warna barat mejadi kelihatannya sangat canggih?. Kesimpulannya, hargailah budaya sendiri, dan galilah hal-hal yang baik dari sana. Nenek Moyang kita sudah berhasil melalui tantangan-tantangan dalam masanya, tentu generasi sekarang juga akan mampu menghadapi tantangan pada zamannya dengan sistem nilai yang sama. Untuk baca yg lainnya, baca disini : http://elisa.lumbantoruan.net/?cat=5