Aq cuman share ada satu article yang sangat menarik menurutku… artikel ini diambil dari salah satu comment di blog…..
CINTA DAN PERKAWINAN
Plato itu muridnya Socrates yang terbaik. Idenya tentang dunia ideal membuat sebagian sejarawan berpendapat ada kemungkinan ia berkenalan/mengenal dengan agama tauhid sebelum/semasa ia menyusun alur filosofi-nya. salah seorang muridnya adalah Aristoteles.
“Cinta dan Perkawinan Menurut Plato”
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya? Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”
Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”
Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak
sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”
Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan?
Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan saja. Berjalanlah tanpa boleh mundur k embali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan
membawanya kesini.
Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”
Gurunyapun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”
CATATAN – KECIL :
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Karena Cinta adanya di dalam lubuk hati. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan nama Cinta, maka yang didapat adalah kehampaan…tiada sesuatupun yang didapat, padahal Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur kembali . Pahamilah tiada satupun di dunia yang sempurna, karena itu terimalah cinta apa adanya.
kl ada yg punya artikel tentang cinta dan perkawinan, bisa di share disini ya…..
glorialimbong said,
August 12, 2008 at 9:52 am
Ilustrasinya mantap.. bener2 mantap.. Thanks buat sharingannya kak..
Adieska said,
August 12, 2008 at 7:56 pm
Hahaha… Dah pernah kubaca ini ito. Tapi thanks for remains me about this story
Tapi versi yang dah pernah kubaca itu di hutan, makanya disuruh ngambil ranting, soalnya kalo di ladang gandum, ya nggak ada ranting atuh
Adieska said,
August 12, 2008 at 7:58 pm
Pas banget emang tuh. Kalo dah dapet, dipertahankan, nggak usah lirik sana-lirik sini. Pasti bisa jadi cinta yang abadi sahat tu na marnini-marnono
Devi Cristina Limbong said,
August 14, 2008 at 3:07 am
@gloria;
sami-sami dek.. smg kita bisa mempertahankan cinta sejati kita.. hahahahhaha…
@Adieska,

gpplah kl dah prnh baca jadi biar ingat lagi..
utk commentnya yg ke-2,smg bukan holan hata ya.. tapi dilaksanankan juga ma calon eda tuh.. hehehhee……
rotyyu said,
August 14, 2008 at 2:14 pm
Sempat binun juga… (ih lemot bgt sih)
Tapi setelah baca sampai selesai akhirnya ngerti juga…
Andreas Alfredo Sigalingging said,
August 15, 2008 at 10:02 am
berarti gak ada cerita cinta dan perkawinan sperti ini buat orang Arab yang tinggal di gurun ya…
Coba Plato dan gurunya tinggal di gurun, pasti dia gak bisa ngomong gitu, hahaha..
Cheers.
Manik said,
September 3, 2008 at 5:16 am
Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut
Dalam KASIH Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,supaya terpujilah KASIH KARUNIA-NYA yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang diKASIHI-NYA Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa menurut kekayaan KASIH karunia-Nya, yang dilimpahkanNya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
(Efesus 1:5-7)
**Dikutip dari SINI **
B. Marada Hutagalung said,
February 28, 2009 at 1:50 pm
peri2 gud…, mantap juga blogmu de..!
http://maradagv.multiply.com
http://maradahtgalung.blogspot.com
http://maradagv.hi5.com